Awalnya, semua hanya coba-coba.
Sekadar ingin mengenal lebih banyak teman, memperluas lingkar cerita, dan mengisi hari dengan sesuatu yang berbeda.
Semua bermula dari satu postingan tentang Sahabat Bintang.
Sederhana, namun entah mengapa terasa begitu memanggil. Ada hangat yang sampai, seolah berbisik, “coba saja dulu.”
Langkah kecil itu, tanpa disadari, membawa saya sampai ke Sali-Sali.
Sebuah tempat yang sebelumnya terasa asing, namun perlahan menjadi dekat—bukan karena lokasinya, melainkan karena orang-orang di dalamnya.
Saya termasuk orang yang tidak terlalu kuat berjalan di pendakian.
Sering merasa lelah lebih dulu, bahkan ragu di tengah perjalanan. Namun, bersama Kakak-kakak Bintang, semuanya terasa berbeda. Langkah yang biasanya berat menjadi lebih ringan. Perjalanan yang biasanya melelahkan justru berubah menjadi penuh makna.
Di tempat ini, saya tidak hanya menemukan teman baru.
Saya menemukan cerita, kebersamaan, tawa yang tulus, serta pelajaran hidup yang datang tanpa diduga.
Lebih dari itu, saya juga dipercaya mengemban amanah sebagai bagian dari tim pendiri Rumah Ceria.
Sebuah kepercayaan yang sebelumnya tak pernah saya bayangkan, namun justru menguatkan langkah saya untuk terus belajar dan memberi manfaat.
Di Sali-Sali, saya belajar sesuatu yang sederhana, tetapi begitu dalam.
Sebagai tenaga pendidik yang terbiasa berada di kota, saya melihat bagaimana masyarakat di sini tetap mampu tersenyum di tengah segala keterbatasan.
Dari sana, saya menarik satu kesimpulan untuk diri sendiri:
“kurangi mengeluhnya, dan perbanyak rasa syukurnya.”
Perjalanan ini menyadarkan saya bahwa hal besar sering kali berawal dari keberanian untuk mencoba hal kecil.
Dan dari satu langkah sederhana, Allah mempertemukan kita dengan begitu banyak kebaikan.
Sali-Sali bukan sekadar tempat singgah.
Ia telah menjadi bagian dari perjalanan hati yang tak akan terlupakan—bersama Sahabat KITA, dalam kegiatan BINTANG 2026 Goes to Sali-Sali.
04 Mei 2026
Wana
