Berita-Bintang

Dari Sali-Sali untuk BINTANG 2026: Semangat Kolaborasi yang Menguat dari Desa

April 27, 2026
Dari Sali-Sali untuk BINTANG 2026: Semangat Kolaborasi yang Menguat dari Desa

Pendahuluan

Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan program BINTANG 2026 Goes to Sali-Sali, tim panitia yang diwakili oleh Kak Wana, Kak Jumrah, dan Kak Imbran telah melaksanakan survey lanjutan sekaligus pemantapan kegiatan pada tanggal 27 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan rencana program dengan kondisi riil di lapangan, menguatkan koordinasi bersama pemerintah desa dan masyarakat, serta memastikan kesiapan teknis maupun non-teknis demi kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Hasil survey menunjukkan adanya dukungan yang kuat dari pemerintah desa, pemuda, serta masyarakat Desa Sali-Sali dalam menyukseskan kegiatan ini.

Penyesuaian Program Kegiatan

Berdasarkan hasil koordinasi dan pertimbangan kondisi lapangan, terdapat penyesuaian pada beberapa agenda kegiatan. Pertandingan voli yang sebelumnya direncanakan sebagai kompetisi resmi disepakati untuk ditiadakan dan diganti dengan kegiatan sparring atau permainan silaturahmi antar tim.

Perubahan ini bertujuan untuk lebih menekankan aspek kebersamaan dan mempererat hubungan sosial antar masyarakat. Hadiah tetap disediakan dengan penyesuaian terhadap sumber daya yang tersedia.

Kesiapan Akomodasi Relawan

Dari hasil survey, masyarakat menunjukkan kesiapan tinggi dalam mendukung akomodasi relawan. Rumah relawan perempuan akan ditempatkan di salah satu rumah warga yang berada di depan masjid, sekaligus akan difungsikan sebagai dapur umum yang dikelola bersama oleh masyarakat.

Sementara itu, relawan laki-laki memiliki dua opsi lokasi tempat tinggal, yaitu di sekitar area samping sekolah dasar atau di dekat rumah relawan perempuan. Fleksibilitas ini memberikan kemudahan dalam pengaturan logistik dan koordinasi tim.

Rumah Ceria

Fasilitas Rumah Ceria telah tersedia dan siap digunakan sebagai pusat kegiatan anak. Namun, hingga saat ini belum ditetapkan penanggung jawab khusus untuk pengelolaannya.

Penunjukan koordinator Rumah Ceria menjadi hal penting yang perlu segera ditindaklanjuti agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan terarah.

Program Kesehatan (Sirkumsisi)

Program sirkumsisi mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 30 peserta yang telah terdaftar, dengan satu dusun yang masih dalam proses pendataan.

Diperkirakan total peserta akan mencapai sekitar 50 anak. Oleh karena itu, diperlukan finalisasi data serta persiapan matang dari sisi tenaga medis, perlengkapan, dan alur pelayanan.

Program Lifeskill

Kegiatan pengembangan keterampilan (lifeskill) menjadi salah satu program yang paling diminati oleh pemuda desa. Berdasarkan hasil identifikasi, dua bidang utama yang menjadi prioritas adalah pelatihan sablon dan mekanik dasar.

Program ini dinilai sangat relevan karena memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan produktif serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Penyuluhan Pertanian dan Peternakan

Sebagai desa dengan mayoritas mata pencaharian di sektor pertanian dan peternakan, masyarakat menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap kegiatan penyuluhan.

Beberapa program yang diharapkan dapat dilaksanakan antara lain penyuluhan pertanian dan peternakan, vaksinasi sapi, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, serta teknik sambung pucuk pada tanaman kakao.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Potensi dan Sumber Daya Desa

Desa Sali-Sali memiliki potensi sumber daya alam yang cukup melimpah. Bahan pangan lokal yang tersedia antara lain kelapa, pepaya, labu siam, dan lombok.

Selain itu, mata pencaharian utama masyarakat meliputi sektor perkebunan seperti kopi, kakao, kemiri, cengkeh, dan jagung, serta peternakan sapi. Potensi ini dapat diintegrasikan dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis lokal.

Fasilitas dan Kegiatan Seremonial

Untuk mendukung kegiatan utama, panggung akan didirikan di area depan sekolah yang menjadi pusat aktivitas. Selain itu, pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional juga direncanakan berlangsung di sekolah setempat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Kondisi Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan hasil wawancara dengan warga, beberapa penyakit yang umum diderita antara lain rematik, flu, batuk, maag, gatal-gatal, kolesterol, asam urat, asma, serta gangguan kesehatan gigi dan mata.

Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan program layanan kesehatan agar dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Akses dan Transportasi

Akses menuju lokasi kegiatan relatif aman hingga Dusun Mariri. Namun, perjalanan dari Dusun Mariri menuju Dusun Alloan (Tondo Tua) cukup menantang dan memerlukan kendaraan khusus.

Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat telah menyiapkan kendaraan penjemputan bagi relawan dari titik akhir kendaraan di sekitar Air Terjun Mariri menuju lokasi kegiatan.

Tantangan Lapangan

Beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan antara lain:

  • Pemadaman listrik yang cukup sering terjadi
  • Keterbatasan jaringan komunikasi, dengan sinyal yang tidak stabil (lebih optimal pada jaringan GSM)

Diperlukan langkah antisipatif seperti penyediaan sumber listrik cadangan serta strategi komunikasi alternatif.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Desa Sali-Sali menunjukkan kesiapan yang baik dalam menyambut pelaksanaan kegiatan BINTANG 2026. Dukungan dari pemerintah desa, keterlibatan aktif pemuda, serta partisipasi masyarakat menjadi modal utama keberhasilan program ini.

Meskipun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih perlu dimatangkan, seperti finalisasi data peserta kegiatan kesehatan, penunjukan penanggung jawab Rumah Ceria, serta kesiapan teknis terkait listrik dan komunikasi.

Penutup

Survey dan pemantapan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa kegiatan BINTANG 2026 Goes to Sali-Sali dapat berjalan secara optimal, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antara panitia dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi program sementara, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan dan pengembangan desa.

Baca Juga